Luvero Family

Islamic Forum of MIG33 Luvero Family
 
IndeksPortalCalendarFAQPencarianAnggotaGroupPendaftaranLogin
Login
Username:
Password:
Login otomatis: 
:: Lupa password?
Luvero_family
Latest topics
» Soft smart setting v.2.10 s60v3
Fri Nov 04, 2011 1:41 am by andrh1

» Aplikasi s60.V3 corel player 1.30
Sun Sep 25, 2011 10:13 am by nyeropo

» Lock room anda
Tue Sep 06, 2011 3:12 am by bajangstyle

» FORSAL3 EMOTE STORE by kariayam
Wed Aug 17, 2011 2:28 pm by soelist

» Mig33+Opmin in 1 app
Fri Aug 12, 2011 3:47 am by Ikaz_wong

» Mig33 4.5 tema freezerland
Fri May 06, 2011 2:14 pm by madat

» Moderator2 LUVERO ??
Wed Apr 13, 2011 12:45 pm by soul-sick

» VB Spy (SPY RUM MULTI IP)
Wed Apr 13, 2011 12:41 pm by soul-sick

» TUNTUNAN KEHIDUPAN (semoga bermanfaat)
Thu Feb 24, 2011 10:28 am by sky.bd

Top posters
rizqi11
 
sky.bd
 
soul-sick
 
Virgin_eye
 
s-cc
 
Freedie
 
anne ray
 
kha-riem
 
chif
 
p0p
 
Affiliates
free forum

Affiliates
free forum


Share | 
 

 sebuah perenungan bagi para suami-istri dan calon suami-istri

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
anne ray
Kapten
Kapten


Zodiac : Aquarius
Jumlah posting : 115
Age : 29
Lokasi : malang

PostSubyek: sebuah perenungan bagi para suami-istri dan calon suami-istri   Sun Mar 29, 2009 10:55 pm

Ini cerita nyata, beliau adalah Bapak Eko Pratomo, Direktur Fortis Asset Management yang sangat terkenal di kalangan Pasar Modal dan Investment, beliau juga sangat sukses dalam memajukan industri Reksadana di Indonesia.
Apa yang diutarakan beliau adalah sangat benar sekali. Silakan baca dan dihayati.
* Mampukah Kita Mencintai Tanpa Syarat? *
"Sebuah perenungan buat para suami, istri dan calon istri".
Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi, usia yang sudah senja, Pak Suyatno 58 tahun, kesehariannya diisi dengan merawat istrinya yang sakit dan sudah tua. Mereka menikah sudah lebih 32 tahun. Mereka dikarunia 4 orang anak. Disinilah awal cobaan menerpa, setelah istrinya melahirkan anak keempat, tiba-tiba kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan. Itu terjadi selama 2 tahun. Menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang. Dan lidahnya pun sudah tidak bisa digerakkan lagi.
Setiap hari Pak Suyatno memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi, dan mengangkat istrinya keatas tempat tidur. Sebelum berangkat kerja dia letakkan istrinya di depan TV supaya istrinya tidak merasa kesepian. Walau istrinya tidak dapat bicara tapi dia selalu melihat istrinya tersenyum.
Untunglah tempat usaha Pak Suyatno tidak begitu jauh dari rumahnya sehingga siang hari dia pulang untuk menyuapi istrinya makan siang. Sorenya dia pulang memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa-apa saja yang dia alami seharian. Walaupun istrinya hanya bisa memandang tapi tidak bisa menanggapi, Pak Suyatno sudah cukup senang bahkan dia selalu menggoda istrinya setiap berangkat tidur. Rutinitas ini dilakukan Pak Suyatno lebih kurang 25 tahun, dengan sabar dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan keempat buah hati mereka, sekarang anak-anak mereka sudah dewasa, tinggal si bungsu yg masih kuliah.
Pada suatu hari, keempat anak Suyatno berkumpul di rumah orang tua mereka sambil menjenguk ibunya. Karena setelah anak mereka menikah sudah tinggal dengan keluarga masing-masing dan Pak Suyatno memutuskan ibu mereka dia yang merawat, yang dia inginkan hanya satu , semua anaknya berhasil.
Dengan kalimat yg cukup hati-hati, anak yang sulung berkata "Pak, kami ingin sekali merawat Ibu semenjak kami kecil melihat Bapak merawat Ibu tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir Bapak. Bahkan Bapak tidak izinkan kami menjaga Ibu". Dengan air mata berlinang anak itu melanjutkan kata-katanya,"Sudah yg keempat kalinya kami mengizinkan Bapak menikah lagi, kami rasa Ibu pun akan mengijinkannya, kapan Bapak menikmati masa tua Bapak dengan berkorban seperti ini kami sudah tidak tega melihat Bapak, kami janji kami akan merawat Ibu sebaik-baik secara bergantian.
Pak Suyatno menjawab hal yang sama sekali tidak diduga anak-anak mereka. "Anak-anakku, jikalau perkawinan dan hidup di dunia ini hanya untuk nafsu, mungkin Bapak akan menikah, tapi ketahuilah dengan adanya Ibu kalian di sampingku itu sudah lebih dari cukup, dia telah melahirkan kalian". Sejenak kerongkongannya tersekat. "Kalian yang selalu kurindukan hadir di dunia ini dengan penuh cinta yang tidak satupun dapat menghargai dengan apapun. Coba kalian Tanya Ibumu apakah dia menginginkan keadaannya seperti ini?"
"Kalian menginginkan Bapak bahagia, apakah batin Bapak bisa bahagia meninggalkan Ibumu dengan keadaanya sekarang, kalian menginginkan Bapak yg masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain, bagaimana dengan Ibumu yg masih sakit." Sejenak meledaklah tangis anak-anak Pak Suyatno, mereka pun melihat butiran-butiran kecil jatuh di pelupuk mata Ibu Suyatno. Dengan pilu ditatapnya mata suami yg sangat dicintainya itu.
Sampailah akhirnya Pak Suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta untuk menjadi nara sumber dan mereka pun mengajukan pertanyaan kepada Suyatno kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat sendiri Istrinya yang sudah tidak bisa apa-apa. Di saat itulah meledak tangis beliau dengan tamu yg hadir di studio. Kebanyakan kaum perempuanpun tidak sanggup menahan haru. Di situlah Pak Suyatno bercerita. "Jika manusia didunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam perkawinannya, tetapi tidak mau memberi (member waktu, tenaga, pikiran, perhatian) adalah kesia-siaan. Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat dia pun dengan sabar merawat saya mencintai saya dengan hati dan batinnya bukan dengan mata, dan dia memberi saya 4 orang anak yang lucu-lucu. Sekarang dia sakit karena berkorban untuk cinta kita bersama dan itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya apa adanya. Sehat pun belum tentu saya mencari penggantinya apalagi dia sakit"
Bila Anda merasa bahan renungan ini sangat bermanfaat bagi Anda dan orang lain, mohon sekiranya dapat sharing kepada teman, keluarga dan kerabat Anda lainnya.
Semoga bermanfaat.
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
sky.bd
Moderator
Moderator


Zodiac : Aries
Jumlah posting : 534
Age : 30
Lokasi : didalam hati orang2 yang tersingkirkan dan berada dalam kesedihan.

PostSubyek: Re: sebuah perenungan bagi para suami-istri dan calon suami-istri   Sun Mar 29, 2009 10:59 pm

lol! lol!
anne ray wrote:
Ini cerita nyata, beliau adalah Bapak Eko Pratomo, Direktur Fortis Asset Management yang sangat terkenal di kalangan Pasar Modal dan Investment, beliau juga sangat sukses dalam memajukan industri Reksadana di Indonesia.
Apa yang diutarakan beliau adalah sangat benar sekali. Silakan baca dan dihayati.
* Mampukah Kita Mencintai Tanpa Syarat? *
"Sebuah perenungan buat para suami, istri dan calon istri".
Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi, usia yang sudah senja, Pak Suyatno 58 tahun, kesehariannya diisi dengan merawat istrinya yang sakit dan sudah tua. Mereka menikah sudah lebih 32 tahun. Mereka dikarunia 4 orang anak. Disinilah awal cobaan menerpa, setelah istrinya melahirkan anak keempat, tiba-tiba kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan. Itu terjadi selama 2 tahun. Menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang. Dan lidahnya pun sudah tidak bisa digerakkan lagi.
Setiap hari Pak Suyatno memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi, dan mengangkat istrinya keatas tempat tidur. Sebelum berangkat kerja dia letakkan istrinya di depan TV supaya istrinya tidak merasa kesepian. Walau istrinya tidak dapat bicara tapi dia selalu melihat istrinya tersenyum.
Untunglah tempat usaha Pak Suyatno tidak begitu jauh dari rumahnya sehingga siang hari dia pulang untuk menyuapi istrinya makan siang. Sorenya dia pulang memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa-apa saja yang dia alami seharian. Walaupun istrinya hanya bisa memandang tapi tidak bisa menanggapi, Pak Suyatno sudah cukup senang bahkan dia selalu menggoda istrinya setiap berangkat tidur. Rutinitas ini dilakukan Pak Suyatno lebih kurang 25 tahun, dengan sabar dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan keempat buah hati mereka, sekarang anak-anak mereka sudah dewasa, tinggal si bungsu yg masih kuliah.
Pada suatu hari, keempat anak Suyatno berkumpul di rumah orang tua mereka sambil menjenguk ibunya. Karena setelah anak mereka menikah sudah tinggal dengan keluarga masing-masing dan Pak Suyatno memutuskan ibu mereka dia yang merawat, yang dia inginkan hanya satu , semua anaknya berhasil.
Dengan kalimat yg cukup hati-hati, anak yang sulung berkata "Pak, kami ingin sekali merawat Ibu semenjak kami kecil melihat Bapak merawat Ibu tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir Bapak. Bahkan Bapak tidak izinkan kami menjaga Ibu". Dengan air mata berlinang anak itu melanjutkan kata-katanya,"Sudah yg keempat kalinya kami mengizinkan Bapak menikah lagi, kami rasa Ibu pun akan mengijinkannya, kapan Bapak menikmati masa tua Bapak dengan berkorban seperti ini kami sudah tidak tega melihat Bapak, kami janji kami akan merawat Ibu sebaik-baik secara bergantian.
Pak Suyatno menjawab hal yang sama sekali tidak diduga anak-anak mereka. "Anak-anakku, jikalau perkawinan dan hidup di dunia ini hanya untuk nafsu, mungkin Bapak akan menikah, tapi ketahuilah dengan adanya Ibu kalian di sampingku itu sudah lebih dari cukup, dia telah melahirkan kalian". Sejenak kerongkongannya tersekat. "Kalian yang selalu kurindukan hadir di dunia ini dengan penuh cinta yang tidak satupun dapat menghargai dengan apapun. Coba kalian Tanya Ibumu apakah dia menginginkan keadaannya seperti ini?"
"Kalian menginginkan Bapak bahagia, apakah batin Bapak bisa bahagia meninggalkan Ibumu dengan keadaanya sekarang, kalian menginginkan Bapak yg masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain, bagaimana dengan Ibumu yg masih sakit." Sejenak meledaklah tangis anak-anak Pak Suyatno, mereka pun melihat butiran-butiran kecil jatuh di pelupuk mata Ibu Suyatno. Dengan pilu ditatapnya mata suami yg sangat dicintainya itu.
Sampailah akhirnya Pak Suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta untuk menjadi nara sumber dan mereka pun mengajukan pertanyaan kepada Suyatno kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat sendiri Istrinya yang sudah tidak bisa apa-apa. Di saat itulah meledak tangis beliau dengan tamu yg hadir di studio. Kebanyakan kaum perempuanpun tidak sanggup menahan haru. Di situlah Pak Suyatno bercerita. "Jika manusia didunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam perkawinannya, tetapi tidak mau memberi (member waktu, tenaga, pikiran, perhatian) adalah kesia-siaan. Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat dia pun dengan sabar merawat saya mencintai saya dengan hati dan batinnya bukan dengan mata, dan dia memberi saya 4 orang anak yang lucu-lucu. Sekarang dia sakit karena berkorban untuk cinta kita bersama dan itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya apa adanya. Sehat pun belum tentu saya mencari penggantinya apalagi dia sakit"
Bila Anda merasa bahan renungan ini sangat bermanfaat bagi Anda dan orang lain, mohon sekiranya dapat sharing kepada teman, keluarga dan kerabat Anda lainnya.
Semoga bermanfaat.
lol! lol! lol!

abgus banget nieh patut direnungkan nieh study
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://doctorsky89.blogspot.com
sky.bd
Moderator
Moderator


Zodiac : Aries
Jumlah posting : 534
Age : 30
Lokasi : didalam hati orang2 yang tersingkirkan dan berada dalam kesedihan.

PostSubyek: Re: sebuah perenungan bagi para suami-istri dan calon suami-istri   Sun Mar 29, 2009 11:00 pm

KAPAN YAH AKU PUNYA ISTRI :peace:
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://doctorsky89.blogspot.com
s-cc
Translator
Translator


Zodiac : Taurus
Jumlah posting : 141
Age : 28
Lokasi : bekasiiii

PostSubyek: Re: sebuah perenungan bagi para suami-istri dan calon suami-istri   Mon Mar 30, 2009 5:28 am

heuuu jadi terharu Sad :mewek:

ada lagi ga ya suami kya pak suyatno?? hiks...mawu dun

klo kata band favorit qta nne > i was born to tell you i love you.. i am torn to do what i have to...
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
soul-sick
admin
admin


Zodiac : Taurus
Jumlah posting : 422
Age : 33
Lokasi : blacken earth

PostSubyek: Re: sebuah perenungan bagi para suami-istri dan calon suami-istri   Mon Mar 30, 2009 10:43 am

Thks anne, artikelnya sangat menarik, sampai2 saya sangat terharu ketika membaca tulisan anne..

Berawal dr kata "CINTA", cinta yg tidak mengenal pengorbanan, maka musti seburuk apapun perjalanan dlm mengarungi bahteranya, g akan goyah musti badai menghadang, sebagaimana ketulusan cinta pak suyatno yg sangat tulus, tak berharap apa2 selain kebahagiaan dlm bahtera rumah tangganya, dan wujud kebahagiaan td tidak lain adalah berdampingan dengan istrinya yg sakit, melayaninya dengan sepenuh hati, membesarkan anak2nya hingga menjadi orang2 yg sukses..
Sedang cinta ketika d dalamnya msh mengenal istilah pengorbanan, maka justru akan menjadi martir, martir cinta, kalimat yg co2k untuk lagu2 cengeng :ngkek: :ngkek:

thx anne, gud topic :guesuka:
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://islamtradisionalis.wordpress.com
r4yz



Zodiac : Leo
Jumlah posting : 8
Age : 29
Lokasi : sukabumi

PostSubyek: Re: sebuah perenungan bagi para suami-istri dan calon suami-istri   Mon Mar 30, 2009 5:34 pm

tingkat kesabaran yg sangat tinggi!
cinta,membantumu mewujudkan sesuatu yg lbh besar dari apa yg kau perkirakan!
i'm tryin' real hard not to shake,i'm bitin' my tounge.....would u stay awake 4 me,i don't wanna miss anything.....
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Em111
Moderator
Moderator


Jumlah posting : 56

PostSubyek: Re: sebuah perenungan bagi para suami-istri dan calon suami-istri   Mon Mar 30, 2009 8:55 pm

YA ILLAHI.......

Jangan biarkan diriku mencintai makhluk-MU melebihi cintaku untuk-Mu....

Jangan pula Engkau hilangkan kasih sayangQ utk menyayangi tiap insan ciptaan-Mu...

Amin...
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
rizqi11
co-admin
co-admin


Zodiac : Aquarius
Jumlah posting : 795
Age : 35
Lokasi : Jakarta Utara

PostSubyek: Re: sebuah perenungan bagi para suami-istri dan calon suami-istri   Tue Mar 31, 2009 4:17 am

anne ray wrote:

* Mampukah Kita Mencintai Tanpa Syarat? *
"Jika manusia didunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam perkawinannya, tetapi tidak mau memberi (waktu, tenaga, pikiran, perhatian) adalah kesia-siaan. Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat dia pun dengan sabar merawat saya mencintai saya dengan hati dan batinnya bukan dengan mata, dan dia memberi saya 4 orang anak yang lucu-lucu. Sekarang dia sakit karena berkorban untuk cinta kita bersama dan itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya apa adanya. Sehat pun belum tentu saya mencari penggantinya apalagi dia sakit"
.

waow..Itulah poin nya.Ucapan yg tdk hny trucap dr mulut sj,namun dr dlm hti dan trwujud dlm perbuatan. Andai stiap laki2 sbg seorg suami/pmimpin mampu brsft sprti itu.. Itulah ksh yg sngt bgus anne,ksh diantara ksh2 Para Nabi&Rasul dlm brmh tngga yg sngt mulia. Thanks anne dah mau memaparkn ksh diatas,smga mnjdi pljrn dan pemantapan bg kita smua,khususnya kaum laki2.
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Sponsored content




PostSubyek: Re: sebuah perenungan bagi para suami-istri dan calon suami-istri   Today at 9:09 pm

Kembali Ke Atas Go down
 
sebuah perenungan bagi para suami-istri dan calon suami-istri
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
Luvero Family :: MUSLIM ZONE :: Hikmah-
Navigasi: