Luvero Family

Islamic Forum of MIG33 Luvero Family
 
IndeksPortalCalendarFAQPencarianAnggotaGroupPendaftaranLogin
Login
Username:
Password:
Login otomatis: 
:: Lupa password?
Luvero_family
Latest topics
» Soft smart setting v.2.10 s60v3
Fri Nov 04, 2011 1:41 am by andrh1

» Aplikasi s60.V3 corel player 1.30
Sun Sep 25, 2011 10:13 am by nyeropo

» Lock room anda
Tue Sep 06, 2011 3:12 am by bajangstyle

» FORSAL3 EMOTE STORE by kariayam
Wed Aug 17, 2011 2:28 pm by soelist

» Mig33+Opmin in 1 app
Fri Aug 12, 2011 3:47 am by Ikaz_wong

» Mig33 4.5 tema freezerland
Fri May 06, 2011 2:14 pm by madat

» Moderator2 LUVERO ??
Wed Apr 13, 2011 12:45 pm by soul-sick

» VB Spy (SPY RUM MULTI IP)
Wed Apr 13, 2011 12:41 pm by soul-sick

» TUNTUNAN KEHIDUPAN (semoga bermanfaat)
Thu Feb 24, 2011 10:28 am by sky.bd

Top posters
rizqi11
 
sky.bd
 
soul-sick
 
Virgin_eye
 
s-cc
 
Freedie
 
anne ray
 
kha-riem
 
chif
 
p0p
 
Affiliates
free forum

Affiliates
free forum


Share | 
 

 "BOTOL AJAIB" (Abu Nawas)

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
rizqi11
co-admin
co-admin


Zodiac : Aquarius
Jumlah posting : 795
Age : 35
Lokasi : Jakarta Utara

PostSubyek: "BOTOL AJAIB" (Abu Nawas)   Tue Apr 14, 2009 6:44 pm

Gk henti2 nya,gk kapok2 nya Baginda Raja selalu memanggil Abu Nawas utk dijebak dgn berbagai pertanyaan atau tugas yg aneh2.
Hari ini Abu Nawas juga dipanggil ke istana.Setelah tiba di istana, Baginda Raja menyambut Abu Nawas dgn sebuah senyuman. "Akhir2 ini aku sering mendapat gangguan perut. Kata tabib pribadiku, aku kena serangan angin." kata Baginda Raja memulai pembicaraan.
"Ampun Tuanku, apa yang bisa hamba lakukan hingga hamba dipanggil." tanya Abu Nawas.
"Aku hanya menginginkan engkau menangkap angin & memenjarakannya." kata Baginda.
Abu Nawas hanya diam. Tak sepatah kata pun keluar dari mulutnya. la tidak memikirkan bagaimana cara menangkap angin nanti tetapi ia masih bingung bagaimana cara membuktikan bahwa yg ditangkap itu memang benar2 angin. Karena angin tidak bisa dilihat.Tidak ada benda yang lebih aneh dari angin. Tidak seperti halnya air walaupun tidak berwarna tetapi masih bisa dilihat. Sedangkan angin tidak.
Baginda hanya memberi Abu Nawas waktu tidak lebih dari tiga hari.
Abu Nawas pulang membawa pekerjaan rumah dari Baginda Raja. Namun Abu Nawas tidak begitu sedih. Karena berpikir sudah merupakan bagian dari hidupnya, bahkan merupakan suatu kebutuhan. la yakin bahwa dengan berpikir akan terbentang jalan keluar dari kesulitan yang sedang dihadapi. Dan dengan berpikir pula ia yakin bisa menyumbangkan sesuatu kepada orang lain yang membutuhkan terutama orang-orang miskin. Karena tidak jarang Abu Nawas menggondol sepundi penuh uang emas hadiah dari Baginda Raja atas kecerdikannya.
Tetapi sudah dua hari ini Abu Nawas belum juga mendapat akal untuk menangkap angin apalagi memenjarakannya. Sedangkan besok adalah hari terakhir yang telah ditetapkan Baginda Raja. Abu Nawas hampir putus asa.
Abu Nawas benar-benar tidak bisa tidur walau hanya sekejap.Mungkin sudah takdir. kayaknya kali ini Abu Nawas harus menjalani hukuman karena gagal melaksanakan perintah Baginda.
la berjalan gontai menuju istana. Di sela-sela kepasrahannya kepada takdir ia ingat sesuatu, yaitu Aladin dan lampu wasiatnya.
[b]"Bukankah jin itu tidak terlihat?"
Abu Nawas bertanya kepada diri sendiri. la berjingkrak girang dan segera berlari pulang. Sesampai di rumah ia secepat mungkin menyiapkan segala sesuatunya kemudian menuju istana.
Di pintu gerbang istana Abu Nawas langsung dipersilahkan masuk oleh para pengawal karena Baginda sedang menunggu kehadirannya.Dengan tidak sabar Baginda langsung bertanya kepada Abu Nawas.
"Sudahkah engkau berhasil memenjarakan angin, hai Abu Nawas?"
"Sudah Paduka yang mulia." jawab Abu Nawas dengan muka berseri-seri sambil mengeluarkan botol yang sudah disumbat.
Kemudian Abu Nawas menyerahkan botol itu.Baginda menimang-nimang botol itu.
"Mana angin itu, hai Abu Nawas?" tanya Baginda.
"Di dalam, Tuanku yang mulia." jawab Abu Nawas penuh takzim.
"Aku tak melihat apa-apa." kata Baginda Raja.
"Ampun Tuanku, memang angin tak bisa dilihat, tetapi bila Paduka ingin tahu angin, tutup botol itu harus dibuka terlebih dahulu." kata Abu Nawas menjelaskan.
Setelah tutup botol dibuka Baginda mencium bau busuk. Bau kentut yang begitu menyengat hidung.
"Bau apa ini, hai Abu Nawas?!" tanya Baginda marah.
"Ampun Tuanku yang mulia, tadi hamba buang angin dan hamba masukkan ke dalam botol. Karena hamba takut angin yang hamba buang itu keluar maka hamba memenjarakannya dengan cara menyumbat mulut botol." kata Abu Nawas ketakutan.
Tetapi Baginda tidak jadi marah karena penjelasan Abu Nawas memang masuk akal. Dan untuk kesekian kali Abu Nawas selamat!!


lol!

_________________
"MERDEKA atau MATI !!! KIBARKAN sang MERAH PUTIH di PERSADA NUSANTARA"
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
soul-sick
admin
admin


Zodiac : Taurus
Jumlah posting : 422
Age : 33
Lokasi : blacken earth

PostSubyek: Re: "BOTOL AJAIB" (Abu Nawas)   Thu Apr 30, 2009 6:29 pm

Bkakakakak masa yang dimasukin angin dari hasil kentut
:haha:

harusnya angin dari aroma parfum apa apa gitu biar baunya wangi
:haha:

thanks jokesnya bro
:love:

_________________


"Kegelapan, Kesunyian & Keabadian"
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://islamtradisionalis.wordpress.com
 
"BOTOL AJAIB" (Abu Nawas)
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
Luvero Family :: LAIN - LAIN :: Jokes-
Navigasi: