Luvero Family

Islamic Forum of MIG33 Luvero Family
 
IndeksPortalCalendarFAQPencarianAnggotaGroupPendaftaranLogin
Login
Username:
Password:
Login otomatis: 
:: Lupa password?
Luvero_family
Latest topics
» Soft smart setting v.2.10 s60v3
Fri Nov 04, 2011 1:41 am by andrh1

» Aplikasi s60.V3 corel player 1.30
Sun Sep 25, 2011 10:13 am by nyeropo

» Lock room anda
Tue Sep 06, 2011 3:12 am by bajangstyle

» FORSAL3 EMOTE STORE by kariayam
Wed Aug 17, 2011 2:28 pm by soelist

» Mig33+Opmin in 1 app
Fri Aug 12, 2011 3:47 am by Ikaz_wong

» Mig33 4.5 tema freezerland
Fri May 06, 2011 2:14 pm by madat

» Moderator2 LUVERO ??
Wed Apr 13, 2011 12:45 pm by soul-sick

» VB Spy (SPY RUM MULTI IP)
Wed Apr 13, 2011 12:41 pm by soul-sick

» TUNTUNAN KEHIDUPAN (semoga bermanfaat)
Thu Feb 24, 2011 10:28 am by sky.bd

Top posters
rizqi11
 
sky.bd
 
soul-sick
 
Virgin_eye
 
s-cc
 
Freedie
 
anne ray
 
kha-riem
 
chif
 
p0p
 
Affiliates
free forum

Affiliates
free forum


Share | 
 

 COUNTER ATTACK MISIONARIS (JILID I)

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
uzumaki



Zodiac : Cancer
Jumlah posting : 14
Age : 32
Lokasi : Subang

PostSubyek: COUNTER ATTACK MISIONARIS (JILID I)   Sun May 03, 2009 10:15 pm

HADIS MINUM AIR KENCING UNTA

Pendahuluan
Robert Morey dalam bukunya Islamic Invasion mempertanyakan keabsahan beberapa hadis Nabi yang dikodifikasi oleh imam Bukhari dalam bukunya, Shahih al-Bukhari.
Menurut Robert Morey , jika Muhammad adalah benar-benar Rasul Allah, maka tentulah apa yang diajarkannya berasal dari Allah dan pasti benar, tetapi apa yang dikatakannya teryata begitu “asing” dan “absurd” sehingga tidak ada peluang untuk benar. Jadi bagaimanakah Muhammad sebagai Rasul Allah? Logika tidak lari kemana-mana. Hadis adalah pukulan final yang meledakkan klaim bahwa ia (Muhammad Saw.) adalah seorang di antara jajaran Rasul dan Nabi Allah.
Salah satu hadis yang dikritisi oleh Robert Morey adalah kejanggalan Nabi yang merekomendasikan minum air kencing unta. Paparannya, kenapa kami merasa perlu terlibat sedemikian jauh membuktikan bahwa pemuka Islam tertinggi telah beranggapan bahwa hadis itu adalah hasil pengilhaman dan punya otoritas Ilahi? Tidak lain karena umat muslim terkadang akan menolak hadis itu sendiri manakala mereka dihadapkan dengan beberapa ajaran Muhammad yang jelas tidak masuk akal yang terdapat di dalam hadis.
Dalam suatu program radio, seorang muslim mendebat sebagai berikut; Muhammad adalah Nabi Allah, jadi dia tidak mungkin mengatakan hal-hal yang sangat bodoh seperti menyarankan agar kita minum air kencing unta. Jadi anda adalah pembohong, Dr. Morey. Hadis tidak mungkin mengatakan demikian! Tetapi setelah saya menunjukkan dalam hadis bahwa Muhammad memang merekomendasikan air kencing unta, dia kemudian berkelit: Kami umat Muslim, hanya mengenal kitab suci Al-Qur’an sebagai kitab Allah. Kami tidak menerima hadis sebagai ilham Ilahi.
Tentu saja, dia harus menolak hadis sebagai hasil pengilhaman agar dia terhindar dari kewajiban membela Muhammad dalam urusan menum air kencing unta. Kami memahami dilemma yang dihadapi umat Muslim modern, sementara mereka dengan sungguh-sungguh ingin mempertahankan bahwa Muhammad adalah Rasul Allah, hadis justru dengan jelas menyatakan bahwa Muhammad tidak mungkin diilhami Ilahi, sebab dia (Muhammad) mengajarkan banyak hal yang tidak saja salah telak, tetapi juga konyol. (Islamic Invasion, p. 195-196).

Hadis Minum Air Kencing Unta
أَخْرَجَ البُخَارِى (5286) حَدَّثَنَا عَبْدُ الاَعْلَى بْنُ حَمَّادٍ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ زُرَيْعٍ حَدَّثَنَا سَعِيدٌ حَدَّثَنَا قَتَادَةُ أَنَّ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ حَدَّثَهُمْ أَنَّ نَاسًا أَوْ رِجَالاً مِنْ عُكْلٍ وَعُرَيْنَةَ قَدِمُوا عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَتَكَلَّمُوا بِالاِسْلاَمِ وَقَالُوا يَا نَبِيَّ اللَّهِ إِنَّا كُنَّا أَهْلَ ضَرْعٍ وَلَمْ نَكُنْ أَهْلَ رِيفٍ وَاسْتَوْخَمُوا الْمَدِينَةَ فَأَمَرَ لَهُمْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِذَوْدٍ وَبِرَاعٍ وَأَمَرَهُمْ أَنْ يَخْرُجُوا فِيهِ فَيَشْرَبُوا مِنْ أَلْبَانِهَا وَأَبْوَالِهَا فَانْطَلَقُوا حَتَّى كَانُوا نَاحِيَةَ الْحَرَّةِ كَفَرُوا بَعْدَ إِسْلامِهِمْ وَقَتَلُوا رَاعِيَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَاسْتَاقُوا الذَّوْدَ فَبَلَغَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَبَعَثَ الطَّلَبَ فِي آثَارِهِمْ وَأَمَرَ بِهِمْ فَسَمَرُوا أَعْيُنَهُمْ وَقَطَعُوا أَيْدِيَهُمْ وَتُرِكُوا فِي نَاحِيَةِ الْحَرَّةِ حَتَّى مَاتُوا عَلَى حَالِهِمْ.
Anas ra. berkata: “Beberapa orang dari suku Uqel dan Urainah hijrah kekota Madinah untuk menghadap kepada Nabi Saw. sesampainya di Madinah mereka berbincang-bincang dengan Nabi tentang keislaman mereka berkata: Kami adalah para pengembala, bukan penduduk tetap (akhirnya mereka memeluk Islam). Tak lama kemudian mereka enggan menetap di Madinah karena sakit, kegelisahan, tidak krasan dan sebagainya, maka Nabi saw. memerintah mereka untuk keluar dari Madinah, menemui pengembala unta dan meminum susu dan air kencing beberapa unta. Merekapun keluar dari Madinah, minum susu dan air kencing unta hingga sehat, ketika agak siang mereka kembali kafir (murtad), membunuh para pengembala Nabi dan mencuri beberapa unta. Berita itu oleh seseorang disampaikan kepada Nabi Saw. Maka Nabi saw. memerintahkan untuk mengejar mereka sampai tertangkap. Nabi memerintah mata mereka dicukil, tangan mereka dipotong dan dicampakkan di tempat yang panas hingga meninggal dunia”.
Dari penelusuran hadis yang dirujuk kepada Kutubu Sittah (Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abu Daud, Sunan Nasai dan Sunan Ibnu Majah) ditemukan sejumlah 34 buah hadis dengan perincian sebagai berikut: 13 buah terdapat pada Shahih Bukhari, yaitu hadis nomor: 226, 1405, 2795, 3871, 3872, 4244, 5253, 5286, 6304, 6305, 6306, 6307, 6390; Dalam Shahih Muslim ditemukan sejumlah 3 buah, yaitu hadis nomor: 3162, 3163, 3164; Dalam Sunan Turmudzi ditemukan sejumlah 3 buah, yaitu hadis nomor: 67, 1695, 1768; Dalam Sunan Nasai ditemukan sejumlah 12 buah, yaitu hadis nomor: 303, 304, 3958, 3959, 3960, 3961, 3962, 3963, 3964, 3965, 3966, 3967; Dalam Sunan Abu Daud ditemukan sebuah hadis, yaitu hadis nomor: 3798; Dan dalam Sunan Ibnu Majah ditemukan dua buah, yaitu hadis nomor: 2568, 3494.

Syarah Hadis
Anas berkata “Beberapa orang dari suku Uqel dan Urainah hijrah kekota Madinah untuk menghadap kepada Nabi Saw. sesampainya di Madinah mereka berbincang-bincang dengan Nabi tentang keislaman mereka berkata: Kami adalah para pengembala, bukan penduduk tetap (akhirnya mereka memeluk Islam)” dalam riwayat lain menggunakan redaksi “suku Uqel atau Urainah”, keraguan tersebut bersumber pada hafalan Hamad. Dikeluarkan oleh Bukhari (dalam bab al-Muharibin): dari Qutaibah dari Hamad “beberapa orang dari Uqel atau Urainah, akan tetapi yang mantap menurut saya dari suku Uqel”. Dikeluarkan oleh Bukhari (dalam bab al-Jihad): dari Wahab dari Ayyub “beberapa orang dari suku Uqel”. Demikian pula hadis yang dikeluarkan oleh Bukhari (dalam bab al-Muharibin): dari Yahya bin Abi Katsir dan (dalam bab al-Diyat): dari Abu Raja’, keduanya dari Abu Qilabah dari Anas ra. Namun hadis di atas juga dikeluarkan oleh Bukhari (dalam bab al-Zakat): dari Syu’bah dari Qatadah dari Anas dengan redaksi Ayyub “beberapa orang dari suku Urainah”. Demikian pula hadis yang dikeluarkan oleh Muslim dari Mu’awiyah bin Qurrah dari Anas. Hadis di atas juga dikeluarkan oleh Muslim (dalam bab al-Maghazi): dari Sa’id bin Abi Arubah dari Qatadah dengan redaksi “beberapa orang dari suku Uqel dan Urainah). Redaksi inilah yang benar sesuai dengan hadis yang dikeluarkan oleh Abu Awanah dan Thabari dari Sa’id bin Basyir dari Qatadah dari Anas: “Mereka terdiri dari empat orang suku Urainah dan tiga orang suku Uqel”. Hadis ini tentunya tidak berbenturan dengan hadis yang dikeluarkan oleh Bukhari (dalam bab al-Jihad) dari Wuhaib dari Ayyub dan (dalam bab al-Diyat) dari Hajjaj al-Shawafi dari Abu Raja’, keduanya dari Abu Qilabah dari Anas dengan redaksi “mereka berjumlah delapan orang”, karena dimungkinkan orang yang kedelapan itu bukan dari kedua suku tersebut.
“Tak lama kemudian mereka enggan menetap di Madinah karena sakit, kegelisahan, tidak krasan dan sebagainya”.

Analisis
Hadis di atas oleh ulama lazim disebut “hadis al-uraniyyin”, karena tema sentralnya adalah kasus para pengembara Uraniyah (dan Uqel) yang ketika mereka telah sampai di tanah suci madinah ternyata tidak krasan disebabkan beberapa hal, seperti sakit-sakitan, ketidaksabaran hidup di Madinah dan lainnya.
Dari paparan makna hadis di atas dapat dicermati bahwa perintah Nabi dalam hadis uraniyyin tersebut bukan hanya perintah Nabi kepada mereka untuk minum air kencing saja sebagaimana yang ditulis oleh Robert Morey, melainkan minum “susu dan dan air kencing unta”, Robert Morey tidak jujur dalam penukilan hadis dan hanya menukil sepotong hadis, tidak memahaminya secara tematik, cara seperti sering dapakai oleh pihak pengingkar sunnah sehingga tidak dapat menerima pesan Rasul secara benar. Dalam beberapa riwayat Nabi hanya menganjurkan mereka minum “susu unta saja” sebagaimana dalam Shahih Bukhari, hadis nomor: 5253, hal ini sangat penting dikedepankan, sebab ketika mereka keluar dari Madinah mereka akan kesulitan mendapatkan stok minuman, alternatif terakhir bagi mereka tidak lain adalah memerah susu unta, dan bila kehabisan maka air kencing unta itulah andalannya, mengingat unta adalah binatang yang mampu memiliki kandungan cairan yang cukup banyak yang tidak dimiliki oleh hewan lain, seperti keledai atau domba. Ingat: Nabi tidak bersabda minumlah “susu dan air kencing unta, karena itu adalah obat!” Berbeda terhadap air zam zam misalnya yang secara tegas disabdakan oleh Nabi bahwa air zam zam berkhasiat sebagai obat.
Dalam tuntunan Nabi ketika ditanya perihal domba yang tersesat, maka kepada umatnya diperintahkan untuk mengambilnya dan memberitahukan kepada pemiliknya, berbeda ketika ditanya perihal unta yang tersesat, maka beliau memerintahkan untuk membiarkannya, karena unta tersebut memiliki stok cairan yang cukup banyak sehingga dapat ditemukan oleh pemiliknya sendiri.
Dengan demikian dapatlah difahami bahwa perintah Nabi tersebut dalam kerangka “penghinaan” bagi mereka yang tidak krasan hidup di Madinah sehingga terpaksa tidak ada lagi andalan yang dikonsumsi oleh mereka kecuali susu dan air akencing unta, bukan wujud sebagai syari’at (rekomendasi atau perintah) sebagaimana yang ditulis oleh Robert Morey.
Semestinya mereka yang berhsil hijrah ke kota Madinah menikmati keberkatan disana, bukan sebaliknya. Apabila penduduk Makkah berkenan mendapatkan do’a keberkatan dari Nabi Ibrahim as. Sebagaimana yang termaktub dalam Al-Qur’an, maka penduduk Madinah justru mendapatkan do’a Nabi Muhammad Saw. dua kali lipat ketimbang keberkatan bagi penduduk Makkah, maka sungguh sangat heran bila ada umat yang telah hijrah ke Madinah kok tidak krasan, sakit-sakitan dan sebagainya, maka sebagai wujud “penghinaan” kepada mereka, dipersilahkan untuk keluar dari Madinah dan kelak mengalami nasib hanya dapat menikmati minum susu dan air kencing unta tersebut.
Sekiranya, interpretasi dari hadis di atas difahami seperti apa yang ditulis oleh Robert Morey, bahwa Muhammad telah merekomendasikan umatnya untuk minum air kencing unta, tentunya tidak disimpulkan bahwa Muhammad tidak pantas diberi predikat Rasul Allah karena merekomendasikan hal-hal yang tidak masuk akal?! Bukankah itu menurut pandangan dia, seperti itu pula Robert Morey mempertanyakan keabsahan hadis lalat yang masuk kedalam tempat air minum ( Islamic Invasion, p. 241). Nampaknya Robert Morey ketinggalan zaman, karena apa yang difikirkan Robert Morey tidak masuk akal, kini sudah terbukti secara ilmiah! Bahkan berbalik para peneliti Barat yang awalnya mencibir Abu Hurairah yang meriwayatkan hadis tersebut, berbalik kaget dan terkesimah, akhirnya tidak sedikit di antara mereka yang justru memeluk Islam gara-gara meneliti hadis yang sementara dinilai tidak masuk akal itu?! Namun sangat disayangkan, ternyata yang diajak konsultasi oleh Robert Morey adalah manusia yang ingkar sunnah, sebagaimana yang dapat dicermati dalam pernyataan “Kami umat Muslim, hanya mengenal kitab suci Al-Qur’an sebagai kitab Allah. Kami tidak menerima hadis sebagai ilham Ilahi.” Hal itu sangat berbeda ketika yang ditanya adalah pakar hadis dan pembela hadis, tentunya akan balik menasehati Robert Morey bahwa hal-hal yang belum mampu dirasionalkan oleh akal manusia tentunya tidak membatalkan adanya kebenaran ilham Ilahi, itulah keterbatan manusia di hadapan Tuhannya. Mengakhiri catatan ini saya mengajak Robert Morey dan kawan-kawannya yang sefaham dia untuk mengingat firman Tuhan: “Wahai orang-orang yang beriman janganlah kamu punya suara (pendapat/penilaian/ fatwa) melebihi dari suara Nabi”. Bilamana melebihi saja tidak diperkenankan Tuhan, apalagi menyelisihi bahwa menafikan dan menolaknya! Na’udzu billah.



Numpang Posting doank lol! lol!
D tunggu comentnya :peace:
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
sm00k33
Soft Specialist
Soft Specialist


Jumlah posting : 41

PostSubyek: Re: COUNTER ATTACK MISIONARIS (JILID I)   Sun May 03, 2009 11:01 pm

:peace: SEMOGA BISA MENJADI BAHAN PERTIMBANGAN WAT SEMUA.NYA.... :thank:
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
 
COUNTER ATTACK MISIONARIS (JILID I)
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
Luvero Family :: MUSLIM ZONE :: Artikel-
Navigasi: