Luvero Family

Islamic Forum of MIG33 Luvero Family
 
IndeksPortalCalendarFAQPencarianAnggotaGroupPendaftaranLogin
Login
Username:
Password:
Login otomatis: 
:: Lupa password?
Luvero_family
Latest topics
» Soft smart setting v.2.10 s60v3
Fri Nov 04, 2011 1:41 am by andrh1

» Aplikasi s60.V3 corel player 1.30
Sun Sep 25, 2011 10:13 am by nyeropo

» Lock room anda
Tue Sep 06, 2011 3:12 am by bajangstyle

» FORSAL3 EMOTE STORE by kariayam
Wed Aug 17, 2011 2:28 pm by soelist

» Mig33+Opmin in 1 app
Fri Aug 12, 2011 3:47 am by Ikaz_wong

» Mig33 4.5 tema freezerland
Fri May 06, 2011 2:14 pm by madat

» Moderator2 LUVERO ??
Wed Apr 13, 2011 12:45 pm by soul-sick

» VB Spy (SPY RUM MULTI IP)
Wed Apr 13, 2011 12:41 pm by soul-sick

» TUNTUNAN KEHIDUPAN (semoga bermanfaat)
Thu Feb 24, 2011 10:28 am by sky.bd

Top posters
rizqi11
 
sky.bd
 
soul-sick
 
Virgin_eye
 
s-cc
 
Freedie
 
anne ray
 
kha-riem
 
chif
 
p0p
 
Affiliates
free forum

Affiliates
free forum


Share | 
 

 COUNTER ATTACK MISIONARIS (JILID II)

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
uzumaki



Zodiac : Cancer
Jumlah posting : 14
Age : 32
Lokasi : Subang

PostSubyek: COUNTER ATTACK MISIONARIS (JILID II)   Sun May 03, 2009 10:26 pm

ABU HURAIRAH DAN HADIS AL-DHUBAB (LALAT)

Pendahuluan
Hadis lain yang dipertanyakan oleh Robert Morey dalam bukunya Islamic Invasion adalah keabsahan hadis Nabi yang menginformasikan bahwa dhubab (lalat) satu sayapnya mengidap penyakit sementara pada sayap lainnya terdapat penangkalnya yang hadis tersebut dikodifikasi oleh imam Bukhari dalam bukunya, Shahih al-Bukhari.
Menurut Robert Morey , jika Muhammad adalah benar-benar Rasul Allah, maka tentulah apa yang diajarkannya berasal dari Allah dan pasti benar, tetapi apa yang dikatakannya teryata begitu “asing” dan “absurd” sehingga tidak ada peluang untuk benar. Jadi bagaimanakah Muhammad sebagai Rasul Allah? Logika tidak lari kemana-mana. Hadis adalah pukulan final yang meledakkan klaim bahwa ia (Muhammad Saw.) adalah seorang di antara jajaran Rasul dan Nabi Allah.
Salah satu amanat yang dipegang teguh oleh para sahabat adalah menyampaikan apa adanya dari yang mereka dengar dari Nabi saw. Apakah berita itu dapat diterima oleh akal atau tidak sesuai menurut kemampuan nalar pada waktu itu. Kasus-kasus seperti ini sangat banyak, seperti cara mengusap bagian atas sepatu khuf (stewel), cara membersihkan dzat yang dijilat anjing, cara tayammum sebagai pengganti dari mandi junub, ucapan salam bagi mayit, mencium hajar aswad dan lainnya.
Mereka secara amanat ilmiah telah meriwayatkan buat kita, sekarang, apakah kebenaran sejati ada pada wahyu yang telah terkodifikasi oleh ulama atau tuduhan emosional dari orang yang belum terbuka hidayah Tuhan bagi mereka?

Hadis al-Dhubab
Hadis yang dikritisi oleh Robert Morey dalam masalah ini adalah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah sebagai berikut:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِي اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا وَقَعَ الذُّبَابُ فِي إِنَاءِ أَحَدِكُمْ فَلْيَغْمِسْهُ كُلَّهُ ثُمَّ لِيَطْرَحْهُ فَإِنَّ فِي أَحَدِ جَنَاحَيْهِ شِفَاءً وَفِي الْآخَرِ دَاءً
“Dari Abu Hurairah ra., Nabi saw. bersabda: Apabila seekor lalat jatuh ketempat minummu maka tenggelamkan lalat itu keseluruhan kemudian supaya dibuang, karena pada satu sayapnya terdapat penangkalnya, namun pada sayap lainnya terdapat penyakit” (HR. Bukhari, Abu Daud, Ibnu Majah, Ahmad dan Darimi dari Abu Hurairah ra)
Takhrij Hadis
HR. Bukhari (Thibbi: 5336) (Bad’u al-Khalq: 3073); Abu Daud (Ath’imah: 3346), Ibnu Majah (Thibbi: 3496), Ahmad (Baqi Musnad al-Muktsirin: 6844, 7055, 7256, 8129, 8303, 8675, 8803, 9344), Darimi (Ath’imah: 1951) dengan berbagai ragam sanad (mata rantai perawi) dari Abu Hurairah ra. dari Nabi saw.
Hadis di atas bukan hanya diriwayatkan oleh Abu Hurairah, melainkan juga diriwayatkan oleh Abu Sa’id al-Khudri dan Anas bin Malik ra. Diriwayatkan Abu Sa’id ra dengan redaksi sebagai berikut:
أَحَدُ جَنَاحَى الذُبَابَةِ سُمٌّ وَ فِى الأَخَرِ شِفَاءٌ فَاِذَا وَقَعَ فِى الطَّعَامِ فَاغْمِسُوْهُ فِيْهِ فَاِتَّهُ يُقَدِّمُ السُمَّ وَ يُؤَخِّرُ الشِّفَاءَ
“Salah satu sayap lalat mengandung menyakit sedang pada sayap lainnya terdapat penangkalny, apabila hinggap kesantapan kamu maka tenggelamkan kepadanya oleh karena dia mengedepankan penyakitnya dan mengakhirkan penangkalnya. (HR. Ahmad, Nasai, Ibnu Majah dan Baihaqi).
Adapun hadis yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik redaksinya adalah sebagai berikut:
إِذَا وَقَعَ الذُّبَابُ فِي إِنَاءِ أَحَدِكُمْ فَلْيَغْمِسْهُ فَإِنَّ فِي أَحَدِ جَنَاحَيْهِ دَاءً وَفِي الْآخَرِ دَاءً شِفَاءً
“Apabila seekor lalat jatuh ketempat minummu maka tenggelamkan lalat itu karena pada satu sayapnya terdapat penyakit, namun pada sayap lainnya terdapat penangkalnya” (HR. Bazzar dan Thabrani). (Ali bin Abu Bakar bin Sulaiman al-Haitsami, Majma’ al-Zawaid, (Beirut: tp. th.)p. 5/38)

Analisis
Dari paparan takhrij hadis di atas dapat difahami bahwa sederetan pakar hadis telah mengkodifikasi hadis al-dhubab (lalat) secara transparan, bukan hanya imam Bukhari, melainkan juga ulama lain seperti Abu Daud, Ibnu Majah, Ahmad dan Darimi. Disamping itu hadis tersebut bukan hanya diriwayatkan oleh Abu Hurairah, melainkan juga diriwayatkan oleh sahabat lain seperti Abu Sa’id al-Khudri dan Anas bin Malik.
Robert Morey bukanlah orang pertama yang memvonis bahwa hadis semacam ini begitu “asing” dan “absurd” sehingga tidak ada peluang untuk benar? Para pendahulunya sudah banyak, seperti yang dikatakan oleh Ahmad Amin (Mesir), Abu Rayah (Mesir) dan konco-konconya. Ironisnya mereka menciptakan asbab al-wurud (sebab historis lahirnya hadis) yang tidak pernah dikenal oleh ulama hadis. Katanya: Lahirnya pernyataan sahabat (yang akhirnya dikatakan hadis) tidak lepas dari kondisi waktu itu. Abu Hurairah yang sedang menjamu tamu-tamuan dengan konsumsi yang serba lezat dirisaukan adanya jatuhnya lalat pada jamuannya sehingga membuat jijik di mata para tamunya, untuk menghilangkan kesan yang sedemikian itu maka dibuatlah hadis palsu di atas! (Muhammad Dhiya’ Rahman, Abu Hurairah fi Dhau’ Mawiyatihi, (Beirut: Dar Kitab al-Banani, 1979), p. 301)

Dari pernyataan di atas perlu dipertanyakan, sejak kapan Abu Hurairah hidup dalam kemewahan, menjamu para tamu dengan limpahan santapan, padahal berita yang mutawatir bahwa beliau selalu hidup dalam alam kezuhudan, sampai-sampai untuk menaham lapar perutnya diganjal dengan batu. Katanya: “Apabila teman-teman perutnya dikenyangkan dengan makanan, maka perutkan aku kenyangkan dengan hadis-hadis Rasulullah”. Nampaknya Robert Morey belum juga mengetahui bahwa hadis tersebut bukan hanya diriwayatkan oleh Abu Hurairah, melainkan juga diriwayatkan oleh Abu Sa’id al-Khudri dan Anas bin Malik. Sekiranya hadis tersebut divonis sebagai pemalsuan Abu Hurairah, maka bagaimana dengan kesaksian dua sahabat lainnya itu. Sekiranya Abu Hurairah dituduh pemalsu hadis maka dia juga harus mengatakan Abu Sa’id al-Khudri dan Anas juga pemalsu hadis?!
Panjang lebar Abdul Mun’im Saleh memaparkan hasil penelitian dua ahli kedokteran, yaitu dr. Mahmud Kamal dan dr. Muhammad Abdul Mun’im Husain yang menjelaskan bukan hanya lalat yang memiliki dua hal yang berlawanan, penyakit dan penangkalnya, lebah dan banyak hewan lainnya juga memiliki hal yang sama, satu sisi dapat membahayakan manusia namun disisi lain dia mengeluarkan dzat yang dapat untuk mengobati berbagai penyakit akut.
Penelitian lalat bukan hanya dilakukan oleh sarjana muslim, tahun 1871, di Jerman juga dilakukan oleh para pakar yang ditemukan secara ilmiah akan kebenaran hadis di atas, kemudian pada tahun 1947 dan 1950 ditindaklanjuti oleh pakar Ingris, hasilnya lebih memantapkan thesis sebelumnya. (Abdul Mun’im Saleh, Difa’ an Abi Hurairah, (Beirut: Maktabah Nahdhah, 1973),p.. 249-251)

Bisa dicermati pernyataan Nashiruddin al-Albani setelah mengadakan penelitian hadis (Muhammad Nashiruddin al-Albanu, Silsilah Hadis Shahih, (Beirut: Al-Maktab al-Islami, ) p. 1/61), katanya: Kebenaran hadis yang akhirnya singkron dengan keilmuan modern tidaklah terlalu penting, karena hadis merupakan hujjah secara otomatis, tidak diperlukan dukungan legitimasi dari keilmuan lainnya, namun demikian, sekiranya hadis itu singkron dengan keilmuan modern maka hal itu akan dapat menambah keyakinan kita bersama.

:hello: :hello:

D tggu trs comentnya :thank:
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
sm00k33
Soft Specialist
Soft Specialist


Jumlah posting : 41

PostSubyek: Re: COUNTER ATTACK MISIONARIS (JILID II)   Sun May 03, 2009 11:01 pm

:peace: Wacana yang bisa disimak lebih baek..
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
 
COUNTER ATTACK MISIONARIS (JILID II)
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
Luvero Family :: MUSLIM ZONE :: Artikel-
Navigasi: