Luvero Family

Islamic Forum of MIG33 Luvero Family
 
IndeksPortalCalendarFAQPencarianAnggotaGroupPendaftaranLogin
Login
Username:
Password:
Login otomatis: 
:: Lupa password?
Luvero_family
Latest topics
» Soft smart setting v.2.10 s60v3
Fri Nov 04, 2011 1:41 am by andrh1

» Aplikasi s60.V3 corel player 1.30
Sun Sep 25, 2011 10:13 am by nyeropo

» Lock room anda
Tue Sep 06, 2011 3:12 am by bajangstyle

» FORSAL3 EMOTE STORE by kariayam
Wed Aug 17, 2011 2:28 pm by soelist

» Mig33+Opmin in 1 app
Fri Aug 12, 2011 3:47 am by Ikaz_wong

» Mig33 4.5 tema freezerland
Fri May 06, 2011 2:14 pm by madat

» Moderator2 LUVERO ??
Wed Apr 13, 2011 12:45 pm by soul-sick

» VB Spy (SPY RUM MULTI IP)
Wed Apr 13, 2011 12:41 pm by soul-sick

» TUNTUNAN KEHIDUPAN (semoga bermanfaat)
Thu Feb 24, 2011 10:28 am by sky.bd

Top posters
rizqi11
 
sky.bd
 
soul-sick
 
Virgin_eye
 
s-cc
 
Freedie
 
anne ray
 
kha-riem
 
chif
 
p0p
 
Affiliates
free forum

Affiliates
free forum


Share | 
 

 COUNTER ATTACK MISIONARIS (JILID V)

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
uzumaki



Zodiac : Cancer
Jumlah posting : 14
Age : 32
Lokasi : Subang

PostSubyek: COUNTER ATTACK MISIONARIS (JILID V)   Fri May 08, 2009 8:56 am

Hadis Emosi Muhammad Saw


Di benak kita, ketika mengenal Muhammad sebagai Nabi dan Rasul, seharusnya dia cerminan dari sikap lembut dan sayang kepada siapa pun, namun hal yang mengherankan, kenapa Muhammad dikhabarkan begitu emosi dalam menanggapi pertanyaan sahabat? Sampai-sampai Robert Morey mengeluarkan pernyataan “Muhammad sesungguhnya tidak suka seseorang menanyakan padanya mengenai kenabiannya dan wahyu yang diterimanya. Muhammad bahkan menyatakan pada orang yang bertanya tersebut, Allah membencimu, karena kamu banyak bertanya Lebih lanjut Hadis mencatat, Nabi ditanya tentang sesuatu yang dia tidak suka dan ketika penanya mendesaknya, nabi jadi marah. Ketika para penanya "melihat tanda-tanda kemarahan pada wajah nabi, mereka selalu menarik kembali pertanyaannya. Namun hal itupun juga tidak menyenangkan hati Muhammad. Sebab orang-orang mengeluh dengan menyatakan bahwa nabi maunya agar orang hanya menerima saja apa yang dikatakannya tanpa membolehkan orang untuk bertanya apapun. Maka: Nabi mengulang berkata (dalam marahnya) mempersilahkan kepada mereka untuk sesukanya bertanya apa yang mereka mau. Namun orang-orang sudah tahu wataknya nabi dan mereka tidak bertanya lagi”.
Berita itu muncul dalam Shahih Bukhari, referensi hadis yang dianggap paling shahih, maka lagi-lagi Robert Morey mempertanyakan “Jika Muhammad adalah benar-benar Rasul Allah, maka tentulah apa yang diajarkannya berasal dari Allah, dan pasti benar. Tetapi apa yang dikatakannya ternyata begitu asing dan absurd sehingga tidak ada peluang untuk benar. Hadis merupakan pukulan final yang meledakkan klaim bahwa ia adalah seorang di antara jajaran Rasul Allah”.

Hadis Emosi
Hadis yang menunjukkan emosi Nabi Muhammad saw. ketika ditanya oleh sahabat di antaranya adalah sebagai berikut:
Hadis Anas bin Malik ra.
أَخْرَجَ الْبُخَارِى (507) حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ قَالَ أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ عَنِ الزُّهْرِيِّ قَالَ أَخْبَرَنِي أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَرَجَ حِينَ زَاغَتِ الشَّمْسُ فَصَلَّى الظُّهْرَ فَقَامَ عَلَى الْمِنْبَرِ فَذَكَرَ السَّاعَةَ فَذَكَرَ أَنَّ فِيهَا أُمُورًا عِظَامًا ثُمَّ قَالَ مَنْ أَحَبَّ أَنْ يَسْأَلَ عَنْ شَيْءٍ فَلْيَسْأَلْ فَلاَ تَسْأَلُونِي عَنْ شَيْءٍ إِلاَّ أَخْبَرْتُكُمْ مَا دُمْتُ فِي مَقَامِي هَذَا فَأَكْثَرَ النَّاسُ فِي الْبُكَاءِ وَأَكْثَرَ أَنْ يَقُولَ سَلُونِي فَقَامَ عَبْدُاللَّهِ بْنُ حُذَافَةَ السَّهْمِيُّ فَقَالَ مَنْ أَبِي قَالَ أَبُوكَ حُذَافَةُ ثُمَّ أَكْثَرَ أَنْ يَقُولَ سَلُونِي فَبَرَكَ عُمَرُ عَلَى رُكْبَتَيْهِ فَقَالَ رَضِينَا بِاللَّهِ رَبًّا وَبِالْإِسْلاَمِ دِينًا وَبِمُحَمَّدٍ نَبِيًّا فَسَكَتَ ثُمَّ قَالَ عُرِضَتْ عَلَيَّ الْجَنَّةُ وَالنَّارُ آنِفًا فِي عُرْضِ هَذَا الْحَائِطِ فَلَمْ أَرَ كَالْخَيْرِ وَالشَّرِّ
“Anas bin Malik ra. berkata: Nabi keluar ke masjid ketika matahari condong, beliau shalat Dzuhur lalu berdiri di mimbar seraya menceritakan hari kiamat, di dalamnya terjadi peristiwa-peristiwa yang sangat dahsyat. Lalu sabdanya: Siapa yang ingin menanyakan sesuatu silakan, namun jangan ada yang komentar apapun kecuali saya khabarkan kepada kalian selama saya berdiri di tempat ini. Pernyataan itulah yang membuat umat menangis, lagi-lagi beliau mengatakan: Silakan tanya, silakan tanya. Tiba-tiba Abdullah bin Khudzafah al-Sahmi berdiri dan mengatakan: Siapa nama bapak saya? Nabi menjawab: Khudzafah. Lagi-lagi Nabi mengatakan: Sialakan tanya, silakan tanya. Hal itulah yang membuat Umar duduk berlutut seraya membaca Radhitu billahi rabba … Saya rela Allah sebagai Tuhanku, Islam sebagai agamaku, dan Muhammad adalah sebagai nabiku. Nabi pun berhenti berkata, lalu sabdanya: Tadinya dipertunjukkan kepada saya ihwal surga dan neraka di sisi dinding ini, saya belum pernah melihat hal yang terbaik dan terburuk sebelum ini”.

Hadis Abu Musa al-Asy’ari ra.
أَخْرَجَ الْبُخَارِى (90) حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْعَلاَءِ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ عَنْ بُرَيْدٍ عَنْ أَبِي بُرْدَةَ عَنْ أَبِي مُوسَى قَالَ سُئِلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ أَشْيَاءَ كَرِهَهَا فَلَمَّا أُكْثِرَ عَلَيْهِ غَضِبَ ثُمَّ قَالَ لِلنَّاسِ سَلُونِي عَمَّا شِئْتُمْ قَالَ رَجُلٌ مَنْ أَبِي قَالَ أَبُوكَ حُذَافَةُ فَقَامَ آخَرُ فَقَالَ مَنْ أَبِي يَا رَسُولَ اللَّهِ فَقَالَ أَبُوكَ سَالِمٌ مَوْلَى شَيْبَةَ فَلَمَّا رَأَى عُمَرُ مَا فِي وَجْهِهِ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّا نَتُوبُ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ
“Abu Musa al-Asy’ari ra. berkata: Nabi saw. ditanya perihal sesuatu yang beliau tidak sukai, ketika pertanyaan itu diulang-ulang membuat Nabi marah. Kemudian beliau bersabda: Silakan tanya sesuka kalian. Tiba-tiba seseorang bertanya: Siapa nama bapak saya? Nabi menjawab: Nama bapakmu Khudzafah. Yang lain bertanya serupa, Nabi menjawab: Nama bapakmu Salim maula (hamba kemerdekaan) Syaibah. Ketika Umar menyaksikan (tanda kemarahan pada) wajah, Umar mengatakan: Wahai Nabi, sesungguhnya kami bertobat kepada Allah azza wa jalla”.

Takhrij Hadis
Hadis Anas bin Malik ra. dikeluarkan oleh Bukhari: 91, 507, 4255, 5885, 6005, 6562, 6750, 6751; Muslim: 4351, 4352, 4353, 4354; Ahmad: 11602, 12198, 12224, 12355, 12672, 13173.
Hadis Abu Musa al-Asy’ari ra. dikeluarkan oleh Bukhari: 90, 6747; Muslim: 4355.

Analisis
Bertanya terhadap hal-hal yang belum dimengerti adalah merupakan kewajiban setiap orang. Dalam hal-hal yang proporsional justru Nabi memerintahkan umat untuk gemar menanyakannya sebagaimana yang disitir dalam firman Allah swt. “Maka tanyakanlah kepada orang yang ahlinya bilamana kamu belum mengerti”. (QS. Al-Nakhl: 43). Bahkan Nabi mengancam orang yang menyembunyikan ilmu dengan cambukan api neraka “Barangsiapa ditanya perihal sesuatu dan ia tidak menjawabnya (padahal ia mengetahuinya) maka di hari kiamat dia akan dicambuk api neraka”.
Tentunya etika dalam bertanya maupun materi pertanyaan masih dalam koridor kelayakan. Jangan seperti orang Yahudi yang terlalu banyak bertanya namun enggan untuk mengamalkannya, inilah fokus dari larangan Nabi saw. Sisi lain pihak penanya seharusnya memahami kondisi orang yang ditanya, bukankah dalam hadis di atas tergambar kejadian-kejadian yang sangat dahsyat mengenai berita surga dan neraka, tentunya pertanyaan yang diminta oleh Nabi adalah pertanyaan yang relevan dengan kondisi tersebut, bukan pertanyaan yang menukik kepada nama bapak!
Penanya pertama bernama Abdullah putra Khudzafah, sedangkan penanya kedua bernama Sa’ad putra Salim, pertanyaan seperti ini muncul dikarenakan ketika terjadi persengketaan selalu menisbatkan kepada orang tua yang bukan bapak kandungnya sendiri. Hal ini dilarang dalam agama dan sekaligus wujud dari kufur nikmat, sebagaimana hadis Nabi saw. “Barangsiapa yang mengaku-aku orang lain sebagai bapaknya padahal dia bukan bapak kandungnya sendiri berarti telah kufur (nikmat)”. Pertanyaan seputar inilah yang digolongkan melahirkan fitnah dan dibenci oleh Nabi saw.
Itulah sebabnya Al-Qur’an mengingatkan kepada kita agar tidak bertanya hal-hal yang menjurus kepada yang menjerumuskan. Sebagaimana firman-Nya “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menanyakan (kepada Nabimu) hal-hal yang jika diterangkan kepadamu niscaya menyusahkan kamu”. (QS. Al-Maidah: 101).
Nabi Muhammad saw. sebagai manusia biasa, tentu lekat dengan kondisi kemanusiaan, boleh jadi sikap “diamnya” difahami “kemarahan” oleh sahabat, namun segera diingatkan oleh wahyu bahwa pertanyaan apapun seharusnya dijawab oleh Nabi dengan lapang dada. Sikap itu sudah ditunjukkan oleh Nabi saw. dengan mengulang: Siapa yang ingin bertanya apapun silakan! Namun hal yang sangat mengganjal, kenapa Robert Morey menyisipkan pernyataan yang sangat sinis “Namun orang-orang sudah tahu wataknya Nabi dan mereka tidak bertanya lagi”.
Inilah yang bisa difahami dalam rangkaian teks hadis di atas, seyogyanya Robert Morey tidak menukil hadis hanya sepotong, melainkan harus menukil secara sempurna sehingga tidak terjadi kesalahan persepsi atau jangan-jangan karena kedengkian Robert Morey membuat secara sengaja menulis kata-kata yang sangat sensasi seperti ini.

Kesimpulan
Jangankan Nabi atau Rasul, kita manusia biasa wajib memberikan jawaban dengan hikmah kepada pihak penanya, selagi pertanyaan itu masih dalam koridor membawa maslakhah dalam batas kewenangan nilai kodrati, namun ketika pertanyaan itu tidak lagi proporsional seperti pertanyaan umat tentang hakikat roh, dimana keberadaan Tuhan dan sejenisnya, maka nasehat Nabi agar menghentikan pembicaraan.
Bilamana sikap diam Nabi dinilai oleh umat sikap “marah”, itu adalah hak penafsiran mereka, seperti itulah kesan sahabat terhadap kondisi Nabi, Nabi tidak mengatakan “saya marah” koq, atau boleh jadi kemarahan Nabi disebabkan pertanyaan yang tidak proporsional, sebagaimana dimaklumi dari rangkaian teks hadis itu sendiri.



:peace: Cool down bosss :thank:
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
rizqi11
co-admin
co-admin


Zodiac : Aquarius
Jumlah posting : 795
Age : 35
Lokasi : Jakarta Utara

PostSubyek: Re: COUNTER ATTACK MISIONARIS (JILID V)   Sat May 09, 2009 9:06 am

Nabi Saw marah??

ah,menurutku biasa2 saja,namanya juga manusia normal
lol!
utk mengklarifikasi hal ini perlu jg kita tau bhwa macam2 amarah itu ada berapa tingkat,macam,jenis. Menurutku yg bodoh dan miskin ilmu ini, emosi Nabi msh dlm tingkat rendah,wajar,normal. Namun apapun itu, kita selaku umat nya yg sangat meng agung kan beliau, WAJIB membuang jauh prasangka2 negatif, buruk, tdk baik tentang Baginda Nabi Saw. Wallahua'lam bishshowab.
Trims ya kang uzu atas sharing ilmu nya.

_________________
"MERDEKA atau MATI !!! KIBARKAN sang MERAH PUTIH di PERSADA NUSANTARA"
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
 
COUNTER ATTACK MISIONARIS (JILID V)
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
Luvero Family :: MUSLIM ZONE :: Artikel-
Navigasi: