Luvero Family

Islamic Forum of MIG33 Luvero Family
 
IndeksPortalCalendarFAQPencarianAnggotaGroupPendaftaranLogin
Login
Username:
Password:
Login otomatis: 
:: Lupa password?
Luvero_family
Latest topics
» Soft smart setting v.2.10 s60v3
Fri Nov 04, 2011 1:41 am by andrh1

» Aplikasi s60.V3 corel player 1.30
Sun Sep 25, 2011 10:13 am by nyeropo

» Lock room anda
Tue Sep 06, 2011 3:12 am by bajangstyle

» FORSAL3 EMOTE STORE by kariayam
Wed Aug 17, 2011 2:28 pm by soelist

» Mig33+Opmin in 1 app
Fri Aug 12, 2011 3:47 am by Ikaz_wong

» Mig33 4.5 tema freezerland
Fri May 06, 2011 2:14 pm by madat

» Moderator2 LUVERO ??
Wed Apr 13, 2011 12:45 pm by soul-sick

» VB Spy (SPY RUM MULTI IP)
Wed Apr 13, 2011 12:41 pm by soul-sick

» TUNTUNAN KEHIDUPAN (semoga bermanfaat)
Thu Feb 24, 2011 10:28 am by sky.bd

Top posters
rizqi11
 
sky.bd
 
soul-sick
 
Virgin_eye
 
s-cc
 
Freedie
 
anne ray
 
kha-riem
 
chif
 
p0p
 
Affiliates
free forum

Affiliates
free forum


Share | 
 

 COUNTER ATTACK MISIONARIS (JILID VI)

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
uzumaki



Zodiac : Cancer
Jumlah posting : 14
Age : 32
Lokasi : Subang

PostSubyek: COUNTER ATTACK MISIONARIS (JILID VI)   Fri May 08, 2009 9:04 am

HADIS BULAN TERBELAH DUA


Kali ini penulis memaparkan bukan pengingkaran Robert Morey terhadap pernyataan-pernyataan Rasulullah saw., melainkan cerita-cerita shahih yang pernah terjadi pada pribadi beliau.
Salah satu cerita yang sekaligus mencerminkan mukjizat anugerah Allah swt. kepada Nabi Muhammad saw. adalah kemampuan membelah bulan. Inipun tak luput dari kritikan Robert Morey. Dalam tajuk “Kemukjizatan yang dilakukan Muhammad”, ia mengatakan: “Ketika orang-orang Makkah minta kepada Muhammad untuk melakukan kemukjizatan dalam rangka membuktikan bahwa Muhammad betul seorang nabi Allah, maka dia pun mengangkat pedangnya dan membelah bulan menjadi dua dengan pedang tersebut.
Hadis tidak menceritakan bagaimana dan oleh siapa dua potong bulan tersebut disatukan kembali. Penyatuan kembali dua potong bulan tersebut pasti merupakan kemukjizatan yang lebih hebat daripada pemotongan bulan menjadi dua. Kemukjizatan ini terjadi dikala pedang Muhammad jadi sangat luar biasa besarnya, atau bulan yang dipotong itu menjadi sangat kecil ukurannya.
Secara historis, orang-orang Arab pada zaman itu percaya bahwa besarnya ukuran matahari dan bulan adalah besarnya seperti yang nampak oleh mata. Jadi bulan kira-kira besarnya seperti bola basket. Muhammad jelas tidak menghadapi masalah apapun dalam memotong bulan sekecil bola basket tersebut. "Kemukjizatan" ini sungguh sangat meragukan karena jika orang-orang Makkah telah melihat memotong bulan menjadi dua, pasti Muhammad tidak perlu menaklukkan mereka dengan kekuatan militer, melainkan mereka sudah akan ketakutan dan ramai-ramai masuk menjadi Islam.”
Pada kesimpulannya ia mengatakan “(Cerita mukjizat itu tidak lebih) merefleksikan praktek-praktek ilmu gaib yang banyak dikenal orang pada zaman Muhammad”.

Hadis Bulan Terbelah Dua
Hadis mukjizat Nabi tentang terbelahnya bulan di dalam Shahih Bukhari diriwayatkan oleh tiga sahabat, yaitu Abdullah bin Mas’ud, Anas bin Malik dan Abdullah bin Abbas sebagai berikut:
عَنْ أَنَسٍ رَضِي اللَّهُ عَنْهُ قَالَ سَأَلَ أَهْلُ مَكَّةَ أَنْ يُرِيَهُمْ آيَةً فَأَرَاهُمُ انْشِقَاقَ الْقَمَرِ
Anas bin Malik berkata: Penduduk Makkah minta kepada Muhammad untuk ditunjukkan kemukjizatan Tuhan, maka kepada mereka ditunjukkan mukjizat pembelahan bulan.
عَنْ عَبْدِاللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ رَضِي اللَّهُ عَنْهُ قَالَ انْشَقَّ الْقَمَرُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شِقَّتَيْنِ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اشْهَدُوا
Abdullah bin Mas’ud berkata: Bulan terbelah dua di masa Nabi saw., maka Nabi saw. bersabda: Saksikanlah.
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِي اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ الْقَمَرَ انْشَقَّ فِي زَمَانِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Abdullah bin Abbas berkata: Bulan terbelah dua di zaman Nabi saw.

Analisis
Hadis pertama yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik dikeluarkan oleh imam Bukhari: 2579, 3365, 4489, 4490, Muslim: 5012, 5014; Turmudzi: 3208; Ahmad: 1227, 12678, 12825, 13409, 13448. Hadis kedua yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Mas’ud dikeluarkan oleh Bukhari: 3364, 3580, 3582, 4486, 4487; Muslim: 5010, 5011, 5012; Turmudzi: 2207, 2209; Ahmad: 3402, 3729, 4049, 4120. Hadis ketiga yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Abbas dikeluarkan oleh Bukhari: 2579, 3365, 4489, 4490; Muslim: 5012, 5014; Turmudzi: 3208; Ahmad: 1227, 12678, 12825, 13409, 13448.
Bilamana ditelusuri lebih lanjut, informasi terbelahnya bulan menjadi dua juga diriwayatkan oleh Ali bin Abi Thalib, Hudzaifah bin Yaman, Jabir bin Mut’im dan Abdullah bin Umar. Namun dapat dicermati bahwa Anas bin Malik dan Abdullah bin Abbas tidaklah menyaksikan peristiwa itu secara langsung, karena usia Anas masih terlalu dini, sementara Abdullah bin Abbas diperkirakan belum lahir. Walaupun demikian, tidak dinafikan kebenaran riwayat keduanya karena mereka dapat diyakini mampu menceritakan peristiwa itu dari sesama sahabat yang pernah menyaksikan langsung peristiwa keajaiban tersebut. Dalam ilmu hadis teori ini dapat dikategorikan riwayat al-aqran (sesama sahabat) atau masuk dalam teori mursal al-shahabi (menggugurkan nama shahabat lain yang menjadi sumber informasi). Kedua teori itu secara sepakat telah diterima oleh ulama hadis.
Dengan demikian, pada aspek kajian sanad (mata rantai perawi) adalah shahih, semuanya muttashil (bersambung), tidak ada satu perawi pun yang terputus, karena sanadnya bersambung dan perawinya juga tidak ada yang bermasalah maka hadis tersebut adalah shahih, bahkan muttafaq ‘alaihi.
Pada aspek kajian teks hadis memang ada sekelompok orang yang mempertanyakan keabsahannya, mereka beranggapan bahwa hukum alam tidak dapat menerima hal itu, sementara itu sekiranya peristiwa itu benar-benar terjadi, tentunya diketahui oleh banyak orang dan diceritakan turun temurun. Seperti ini pula yang dipertanyakan oleh Robert Morey.
Peristiwa terbelahnya bulan merupakan salah satu mukjizat yang dianugerahkan Allah kepada Muhammad sebagai salah satu bukti kerasulannya. Lahirnya mukjizat di atas dilatarbelakangi tuntutan beberapa orang Quraiys agar Muhammad mununjukkan kehebatan sebagai tanda kerasulan. Cara seperti ini wajar dilakukan untuk menguji Muhammad, sebagaimana mereka juga pernah menguji Muhammad menceritakan ashab al-kahfi (penghuni goa) yang hal itu tidak mungkin dilakukan kecuali orang yang mendapatkan wahyi Ilahi. Orang-orang Quraiys Makkah yang bertanya kepada Nabi Muhammad di antaranya adalah Walid bin al-Mughirah, Abu Jahal bin Hisyam, al-Ghasy bin Wail, al-Asyh bin al-Muthalib dan Nadhar bin al-Harits.
Dari paparan ini cukup sebagai gambaran begitu banyak umat baik dari kelompok kafir maupun muslim yang menyaksikan peristiwa keajaiban itu. Sekiranya pengingkaran itu didasari bahwa hukum alam itu tetap, maka tidaklah tepat, terlalu banyak hukum alam yang telah berubah dengan kehendak Tuhan, bulan itu sendiri merupakan bagian kecil dari mahluk Tuhan.
Semestinya ketika mukjizat itu dipertunjukkan kepada mereka, mereka akan tersungkur sujud dan tawaddhu’, dan itu telah terbukti yang membuat para sahabat makin yakin dengan kenabian Muhammad. Berbeda dengan mereka yang mata hatinya penuh dengan kedengkian, mereka berbalik menilai bahwa hal itu tidak lebih dari sihir Muhammad?! Persitiwa detail seperti inilah yang akhirnya digambarkan oleh Allah swt.:
اقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ وَانْشَقَّ الْقَمَرُ(1)وَإِنْ يَرَوْا ءَايَةً يُعْرِضُوا وَيَقُولُوا سِحْرٌ مُسْتَمِرٌّ(2)وَكَذَّبُوا وَاتَّبَعُوا أَهْوَاءَهُمْ وَكُلُّ أَمْرٍ مُسْتَقِرٌّ(3)وَلَقَدْ جَاءَهُمْ مِنَ الأََنْبَاءِ مَا فِيهِ مُزْدَجَرٌ(4)حِكْمَةٌ بَالِغَةٌ فَمَا تُغْنِ النُّذُرُ(5)فَتَوَلَّ عَنْهُمْ يَوْمَ يَدْعُ الدَّاعِ إِلَى شَيْءٍ نُكُرٍ(6)خُشَّعًا أَبْصَارُهُمْ يَخْرُجُونَ مِنَ الأَجْدَاثِ كَأَنَّهُمْ جَرَادٌ مُنْتَشِرٌ (7)
Telah dekat (datangnya) saat itu dan telah terbelah bulan. Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat sesuatu tanda (mu`jizat), mereka berpaling dan berkata: "(Ini adalah) sihir yang terus menerus". Dan mereka mendustakan (Nabi) dan mengikuti hawa nafsu mereka, sedang tiap-tiap urusan telah ada ketetapannya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka beberapa kisah yang di dalamnya terdapat cegahan (dari kekafiran), itulah suatu hikmah yang sempurna maka peringatan-peringatan itu tiada berguna (bagi mereka). Maka berpalinglah kamu dari mereka. (Ingatlah) hari (ketika) seorang penyeru (malaikat) menyeru kepada sesuatu yang tidak menyenangkan (hari pembalasan), sambil menundukkan pandangan-pandangan mereka keluar dari kuburan seakan-akan mereka belalang yang beterbangan, QS. Al-Qamar: 1-3
Dengan argumentasi seperti ini Robert Morey bukan orang pertama yang mengingkari kemukjizatan Muhammad, orang-orang kafir Quraiys pun mempunyai sikap yang sama. Kini anda dapat memahami Robert Morey bukan hanya ingkar kepada hadis shahih, dia juga ingkar kepada Al-Qur’an.
Ditinjau dari sisi bahasa, penggunaan bentuk lampau (past tense) jelas menunjukkan hal yang sudah terjadi, maka pentakwilan bahwa kejadian tersebut belum terjadi dan akan terjadi besuk di hari kiamat jelas menyalahi tata bahasa, bahkan bertentangan dengan fakta yang didukung hadis-hadis shahih.
Akhirnya cerita shahih itulah yang diriwayatkan oleh umat dari generasi kegenarasi sehingga terkodifikasi oleh imam Bukhari dan lainnya. Cerita shahih ini pasti akan tetap diabadikan dan dijaga oleh Allah sampai akhir zaman, lewat tulisan para ulama dan sebagainya.

Kesimpulan
Cerita-cerita keajaiban seperti yang pernah dianugerahkan oleh Tuhan kepada Muhammad bukanlah hal yang pertama. Para Nabi dan Rasul sebelum Muhammad juga banyak yang mendapatkan mukjizat, walaupun bentuknya berbeda-beda. Nabi Isa yang dituntut untuk menghidupkan orang yang sudah mati telah menjadi kenyataan. Nabi Ibrahim yang mampu menundukkan panasnya api juga tidak pernah diperdebatkan. Nabi Musa yang dengan tongkatnya dapat membelah lautan dan sebagainya juga tidak pernah diingkari, padahal semua itu sangat tidak mampu dinalar dan bertentangan dengan hukum alam?!
Para pembaca akhirnya dapat menilai ketidak jujuran Robert Morey dalam memandang pribadi Muhammad. Dari tulisan-tulisannya ia tidak percaya kerasulan Muhammad, bahkan tergambar olehnya bahwa Muhammad tidak lebih dari penguasa yang dhalim, haus darah, pemarah, tak suka ditanya, pendendam, egois, suka perang dan sebagainya. Untuk mengomentari hadis ini ia berkata “Jika orang-orang Makkah telah melihat Muhammad dapat memotong bulan menjadi dua, pasti Muhammad tidak perlu menaklukkan mereka dengan kekuatan militer, melainkan mereka sudah akan ketakutan dan ramai-ramai masuk menjadi Islam.”
Mukjizat dalam pandangan Robert Morey adalah alat untuk memaksa orang lain tundak dalam kekuasaannya. Subhanallah! Bilamana persepsi itu benar, kenapa Musa harus menghindar dari Fir’aun, membuat beliau bersama umatnya hijrah dari Mesir menuju Palestina. Kenapa Isa (Yesus) harus menjauhi penguasa, dan harus hijrah dari Palestina menuju Batelhem? Bukankah di tangan mereka ada mukjizat yang membuat musuh-musuh takluk kepadanya?!


Cukup dl ah.. :peace: :thank:
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
rizqi11
co-admin
co-admin


Zodiac : Aquarius
Jumlah posting : 795
Age : 35
Lokasi : Jakarta Utara

PostSubyek: Re: COUNTER ATTACK MISIONARIS (JILID VI)   Sat May 09, 2009 8:42 am

Trims kang Uzu artikel yg bagus bngt. Wallahu a'lam bishshowab, dan yg trpenting kita selaku umat mu'min wajib meng imani hal tsb. sebab bukan hanya telah di riwayatkan dlm hadits2, namun tlh di tegaskan pula dgn Firman Allah Swt. dlm Al Qur'an,surat Al Qomar, yg tlh kang uzu paparkan diatas.
Subhanallah.

_________________
"MERDEKA atau MATI !!! KIBARKAN sang MERAH PUTIH di PERSADA NUSANTARA"
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
 
COUNTER ATTACK MISIONARIS (JILID VI)
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
Luvero Family :: MUSLIM ZONE :: Artikel-
Navigasi: