Luvero Family

Islamic Forum of MIG33 Luvero Family
 
IndeksPortalCalendarFAQPencarianAnggotaGroupPendaftaranLogin
Login
Username:
Password:
Login otomatis: 
:: Lupa password?
Luvero_family
Latest topics
» Soft smart setting v.2.10 s60v3
Fri Nov 04, 2011 1:41 am by andrh1

» Aplikasi s60.V3 corel player 1.30
Sun Sep 25, 2011 10:13 am by nyeropo

» Lock room anda
Tue Sep 06, 2011 3:12 am by bajangstyle

» FORSAL3 EMOTE STORE by kariayam
Wed Aug 17, 2011 2:28 pm by soelist

» Mig33+Opmin in 1 app
Fri Aug 12, 2011 3:47 am by Ikaz_wong

» Mig33 4.5 tema freezerland
Fri May 06, 2011 2:14 pm by madat

» Moderator2 LUVERO ??
Wed Apr 13, 2011 12:45 pm by soul-sick

» VB Spy (SPY RUM MULTI IP)
Wed Apr 13, 2011 12:41 pm by soul-sick

» TUNTUNAN KEHIDUPAN (semoga bermanfaat)
Thu Feb 24, 2011 10:28 am by sky.bd

Top posters
rizqi11
 
sky.bd
 
soul-sick
 
Virgin_eye
 
s-cc
 
Freedie
 
anne ray
 
kha-riem
 
chif
 
p0p
 
Affiliates
free forum

Affiliates
free forum


Share | 
 

 Teologi Maut dan Kegagalan Hidup

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
sky.bd
Moderator
Moderator


Zodiac : Aries
Jumlah posting : 534
Age : 30
Lokasi : didalam hati orang2 yang tersingkirkan dan berada dalam kesedihan.

PostSubyek: Teologi Maut dan Kegagalan Hidup   Fri Mar 13, 2009 9:01 am

Melihat kisah Amrozi Cs plus kelompok-kelompok Islam yang mengusung teologi maut nan berdarah seperti yang dibilang Buya Syafi’i Maarif dalam wawancaranya di DetikNews “Umat Islam Harus Berhenti dari Teologi Maut”, Saya jadi teringat pada apa yang dibilang Mas Dawam Raharjo sewaktu Training Penegakan Hak-hak Sipil Sosial Ke-Agamaan Jaringan Islam Kampus (JarIK) Jakarta di Ciloto kemarin. Katanya, bahwa jangan-jangan memang Islam yang ‘bener’ adalah Islam yang seperti di ‘amini’ oleh Amrozi Cs dan kelompok Islam garis keras lainnya…”.

Dalam diskusi tentang pluralisme itu, mas Dawam coba menguliti isi kepala kami agar kritis membongkar sejarah, bahwa faktanya sejarah Islam penuh dengan intrik yang menelan korban, yang meski kerap secara apologetis disanggah tapi itulah faktanya.

Sekedar mengkaji, bahwa arus atau mainstream garis keras yang kerap saling menyalahkan pemahaman-pemikiran , mengklaim kubu sendiri yang paling benar, bahkan menghalalkan darah termasuk sesama muslim bukanlah hal baru dalam titian peradaban Islam, apalagi terhadap non-muslim.

Karena jika dilihat dari sejarah Islam juga merupakan sejarah yang berdarah-darah, penuh tragedi pembunuhan, bahkan cucu nabi saja mereka penggal dan kepalanya ‘katanya’ dijadikan bola.

Dan menurut Mas Dawam, hampir sebagian sahabat Nabi tewas terbunuh oleh ummat Islam sendiri termasuk kelompok sahabat As-Sabiqunal Awwalun. Jadi sangat mengerikan, kalau seandainya ada sepuluh persen saja umat Islam di dunia punya faham yang rada-rada mirip `teologi maut’ yang dipegang teguh Amrozi Cs, maka alamat bukan rahmatan lil alamin yang ada, tapi kemudharatan bagi seluruh alam.

Terlepas dari munculnya beragam tanggapan tentang eksekusi Amrozi Cs, kita dapat bayangkan, di Indonesia sendiri yang membela Amrozi Cs dan kelompok garis keras sudah sekian banyak, malah pakai acara demo, yang kayaknya kalah massif dan kalah terorganisir seperti gerakan mahasiswa dibandingkan mereka.

Kira-kira mungkin di dalam otak mereka yang ada cuma pedang, cara merangkai, memasang dan merakit bom, cara melempar granat, cara menenteng dan menembakkan AK-47, RPG serta strategi taktik (stratak) untuk membakar dan merusak, mungkin!

Kalau dipikir-pikir apa benar umat Islam sudah separah itu? Mungkin akibat penjajahan beratus tahun kali yang mengakibatkan umat Islam gampang tersinggung jika bersentuhan dengan umat yang lain terutama yang berbau Barat. Mereka menganggap bahwa Barat sebagai `kafir’ penindas yang halal darahnya, karena telah menyebabkan umat Islam ternista dalam penjajahan dan kemunduran.

Padahal mungkin kegagalan umat Islam adalah akibat penyakit dan borok dalam umat Islam sendiri terutama pemangku kebijakan dan yang menjadi pemangku otoritas nilai dalam membaca tanda-tanda zaman sehingga gagal dan terlambat start dalam bidang ilmu dan rasionalisasi kehidupan.

Malah ada yang pernah menyatakan seandainya Turki Ustmani pada abad 18 dan akhir abad ke-19 tidak terlalu terlena tenggelam dalam kemewahan dan kemerosotan kepemimpinan serta jatuh dalam kepasifan berfikir dan berkreasi-berinovas i karena terlalu dogmatis, malah jatuh dalam dunia mitos kebesaran masa lalu, mungkin Turki Utsmani akan lebih dahulu menjemput kejayaan memasuki dunia modern dibanding Rusia.

Tapi apa daya, penyakit “telmi” sudah lebih dahulu mengakar, seakan-akan segala persoalan dunia ini jika sudah dibacakan Alquran, maka akan tuntas tanpa ikhtiar dan ijtihad.

Celakanya pemikian seperti ini di’langgengkan’ oleh ulama-ulama, termasuk dengan cerita romantisme sejarah pada zaman Nabi, sahabat, kekhalifahan dan seterusnya sebagai suatu referensi bahwa jika ingin sukses maka terapkanlah apa yang pernah ada pada zaman dulu kala itu.

Kesalah-kaprahan ini justru melahirkan pemahaman sektarian sebagai altenatif jalan hidup semakin meninabobokan dan menutupi mata umat dari realitas zaman.

Yang jarang dibaca secara kritis adalah suatu fakta bahwa umat Islam periode dulu kala maju karena semangat mencari ilmu dan hikmah, pengembangan nalar-dialogis serta interaksi antar peradaban seperti dengan peradaban Yunani, Mesir, Romawi, India dan Cina yang sangat dinamis sehingga mendorong kemajuan, bahkan dapat dikatakan umat Islam adalah umat yang `rakus’ akan suatu ide baru.

Mereka melahap semua hikmah yang didapat dari hasil pertemuan peradaban tersebut dan dengan semangat perubahan maka lahirlah inovasi luar biasa di dunia Islam. Kalau sekarang yang ada malah menjauhkan diri dan mengedepankan permusuhan, wajar saja ketika umat lain sudah pada berada di depan, umat Islam tetap dapat jatah buntut. Akibat bentuk kegagalan beradaptasi dengan arus modernitas yang semakin tak terbendung, maka bukannya melakukan penyesuaian dan pengadopsian nilai-nilai universal yang sebenarnya juga menjadi semangat Islam dan baik buat kemajuan, malah menutup diri dan memilih jalur kekerasan sebagai bentuk pelampiasan terhadap kegagalan.

Sekarang, terserah kita bagaimana mau menyikapi dan berjuang meluruskan pemahaman umat. Kasihan juga umat kita, udah miskin melarat, diajarin membunuh pula dan merusak pula! Wallahu a’lam.
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://doctorsky89.blogspot.com
rizqi11
co-admin
co-admin


Zodiac : Aquarius
Jumlah posting : 795
Age : 35
Lokasi : Jakarta Utara

PostSubyek: Re: Teologi Maut dan Kegagalan Hidup   Fri Mar 13, 2009 1:08 pm

Yup bro.. Kdg memang umat islam mudah di rusak oleh org2 yg bejat baik mreka itu kafir atau bahkan muslim juga. Kasus yg ente kemukakan adlh slh 1 nya dr skian bnyk kbejatan dmuka bumi ini. Mdh2an Insya Allah dgn ttp brpgang teguh kpd Al Qur'an dan Al Hadis, dan tentu nya bimbingan seorang guru / ustad yg terpercaya, kita bisa ttp lurus djln Allah Swt. Amin. Trims buat sharing nya ya Wink
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
soul-sick
admin
admin


Zodiac : Taurus
Jumlah posting : 422
Age : 33
Lokasi : blacken earth

PostSubyek: Re: Teologi Maut dan Kegagalan Hidup   Fri Mar 13, 2009 2:31 pm

Topik yg menarik, thx dah mau berbagi..

Teologi yg d anut amrozi cz berdasarkan akibat dari sempitnya pemahaman terhadap makna islam yg universal atau biasa kita sebut "Rahmatan lil alamin", mereka menggunakan ayat2 suci Al-Qur'an secara dzohirullafdzi, tanpa melihat asbab nuzul dr ayat tsbt.. Bukankah maslahah ammah lebih d utamakan??
Bagaimana mungkin makna rahmatan lil alamin bisa d dapat dr dalil2 yg amrozi cs jadikan pegangan?

Sekali lg thx postnya, jangan bosen2 bro, selalu terbuka kq lol!
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://islamtradisionalis.wordpress.com
Virgin_eye
Translator
Translator


Zodiac : Pisces
Jumlah posting : 143
Age : 26
Lokasi : Jaksel

PostSubyek: Re: Teologi Maut dan Kegagalan Hidup   Sat Mar 14, 2009 11:49 am

Wah info yg bagus

thanks yaw
:love:
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Sponsored content




PostSubyek: Re: Teologi Maut dan Kegagalan Hidup   Today at 9:08 am

Kembali Ke Atas Go down
 
Teologi Maut dan Kegagalan Hidup
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
Luvero Family :: MUSLIM ZONE :: Artikel-
Navigasi: